Manfaat Jengkol Untuk Tubuh - Selama ini banyak orang tidak menyukai jengkol, terutama kaum hawa,
karena baunya yang menyengat. Namun tahukah anda? di balik baunya yang
tidak enak dan menyengat, ternyata tersimpan banyak manfaat, bahkan bisa
menjadi obat untuk terapi kanker! wow, luar biasa yaa…
Jengkol yang memiliki nama latin Pithecollobium Jiringa atau Pithecollobium Labatum,
merupakan buah yang terkenal dengan aromanya yang khas dan banyak
dihindari sebagian masyarakat, namun tidak sedikit juga yang menyukai
buah ini, karena di Indonesia sendiri jengkol sudah menjadi makanan
khas. Jengkol adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara, termasuk
yang digemari di Malaysia, Thailand dan Indonesia terutama di wilayah
Jawa Barat yang seharinya dikonsumsi 100 ton.
Jengkol biasanya di olah menjadi balado jengkol, kerupuk jengkol,
bahkan sudah banyak yang menciptakan keripik berbahan dasar jengkol.
Keripik ini hampir tidak memiliki bau khas dari jengkol, selain dapat
dijadikan cemilan atau teman makan, jengkol memiliki banyak kandungan
yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Dibalik bau yang ditimbulkan jengkol, ternyata terkandung manfaat
yang berguna bagi kesehatan. Menurut berbagai penelitian menunjukkan
bahwa jengkol juga kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B,
Vitamin C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid,
glikosida, tanin, dan saponin.
Lebih jelasnya, berikut saya rangkum berbagai khasiat jengkol,
- Pembentukan Jaringan Tubuh
Kandungan protein yang tinggi pada jengkol dapat membantu pembentukan
jaringan dalam tubuh. kandungan protein pada jengkol ternyata jauh
lebih banyak bila dibandingkan dengan kandungan protein pada kacang
hijau dan kacang keledai.
- Mencegah Anemia
Jengkol juga kaya akan zat besi di mana zat besi ini sangat berperan
untuk mencegah dan mengatasi kurangnya produksi sel-sel darah merah
dalam tubuh. Anda pastinya tahu bahwa bila tubuh kekurangan zat besi,
produksi sel-sel darah merah akan berkurang. Akibatnya suplai oksigen
dan zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh seluruh sel dalam tubuh juga
akan berkurang.
Efek dari kurangnya suplai oksigen dan zat-zat makanan pada sel akan
menurunkan fungsi/ kinerja sel. Tak heran jika seseorang mengalami
kekurangan zat besi, ia akan terlihat lemas, mudah lelah, dan tidak
bersemangat. Nah, bagi anda para wanita, mengkonsumsi jengkol saat
sedang menstruasi sangat dianjurkan agar tubuh anda tidak kekurangan zat
besi akibat banyaknya darah menstruasi yang keluar tubuh.
- Mencegah Tulang Keropos / Memperkuat tulang dan gigi
Selain zat besi dan protein, kandungan zat lain yang ada di dalam
jengkol adalah kalsium dan fosfor. Dua zat ini adalah zat yang sangat
dibutuhkan oleh tulang. Kalsium dan fosfor dapat mencegah tulang keropos
(osteoporosis). Jadi, sering mengkonsumsi jengkol dengan porsi yang
cukup dapat membuat tulang pada tubuh anda menjadi lebih kuat.
- Basmi Radikal Bebas
Jengkol mengandung beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, vitamin
B1, vitamin B2, dan vitamin C. Vitamin A bermanfaat untuk menjaga
kesehatan mata dan dapat meningkatkan ketajaman indera penglihatan.
Vitamin A dan vitamin C juga berperan sebagai zat antioksidan. Manfaat antioksidan dikenal ampuh menangkal zat-zat radikal bebas penyebab penyakit kanker.
- Mengatasi penyakit jantung koroner
Jengkol merupakan bahan makanan yang bersifat diuretic (pembuangan
urine menjadi lancar). Pembuangan urine yang lancar sangat baik untuk
para penderita penyakit jantung.
- Merampingkan perut
Jangan salah ya, jengkol juga dapat membantu merampingkan perut yang
buncit. Kandungan seratnya yang tinggi dapat melancarkan BAB sehingga
secara tidak langsung membuat perut langsing. Salah satu penyebab
buncitnya perut pada seseorang adalah karena buang air besar yang tidak
lancar dan tidak teratur.
- Mencegah diabetes
Hebatnya lagi, jengkol dapat mencegah timbulnya penyakit diabetes.
Mengapa? Di dalam buah jengkol terdapat zat yang tidak ditemukan pada
bahan-bahan makanan lainnya. Zat tersebut dinamakan zat asam jengkolat.
Asam jengkolat ini berupa kristal-kristal yang tidak larut oleh air.
Karena sifat diuretic inilah jengkol sangat tidak dianjurkan untuk
dikonsumsi oleh anda para penderita gangguan ginjal. Dikhawatirkan
ginjal tidak akan mampu menyaring asam jengkolat pada buah jengkol.
Akibat ginjal tidak mampu menyaring asam jengkolat adalah sulit
berhentinya buang air kecil (anyang-anyangan).
- Mengatasi masalah penyempitan pembuluh darah
Penderita penyakit jantung mengalami penyempitan pembuluh darah
sehingga darah yang mengalir menuju jantung menjadi tidak lancar.
Kandungan mineral pada jengkol ternyata dapat melebarkan pembuluh darah
yang menyempit serta mencegah pembuluh darah menyempit kembali. Nah,
agar khasiat jengkol menjadi optimal, sebaiknya anda tidak memasak
jengkol terlalu matang (overcooked).
- Mengatasi sembelit pada ibu hamil
Ibu hamil biasanya sering mengalami sembelit. Kandungan serat pada
jengkol dapat mengatasi masalah sembelit. Dengan kata lain, serat pada
jengkol membantu melancarkan pencernaan dan buang air besar. Namun tetap
jangan terlalu banyak mengkonsumsi jengkol ya. Konsumsilah jengkol
sesuai dengan jumlah yang dianjurkan.
- Pertumbuhan tulang dan gigi pada janin yang masih dalam kandungan
Jengkol juga bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada janin
yang masih dalam kandungan. Pertumbuhan tulang dan gigi dapat berjalan
optimal berkat kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi pada buah
jengkol.
- Jengkol dapat menstabilkan organ-organ penting dalam tubuh
Organ-organ penting dalam tubuh akan berfungsi dengan baik dan stabil
bila tubuh terpenuhi kebutuhan asam folat dan vitamin B6. Berbeda
situasinya jika tubuh kekurangan asam folat dan vitamin B6. Tak heran
jika ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan
asam folat demi perkembangan janinnya. Salah satu contoh makanan yang
kaya akan asam folat adalah jengkol. Namun sekali perlu diingat bahwa
konsumsilah jengkol secukupnya saja. Jangan terlalu berlebihan karena
konsumsi jengkol yang berlebihan akan kurang baik efeknya untuk organ
ginjal.
- Mencegah kecacatan pada bayi
Kandungan asam folat pada jengkol juga dapat mencegah kecacatan bawaan pada bayi.
- Mengontrol kadar gula darah
Manfaat lainnya dari buah jengkol adalah dapat mengontrol kadar gula
darah sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh anda para penderita
diabetes. Jengkol mengandung zat gula yang ‘bersahabat’ dengan para
penderita diabetes. Zat gula pada jengkol merupakan zat gula yang paling
mudah diurai sehingga aman untuk penderita diabetes.
Berbeda dengan zat gula pada bahan makanan lainnya seperti
makanan-makanan yang mengandung karbohidrat. Zat gula yang mudah terurai
pada jengkol ini kemudian akan diubah menjadi energi oleh tubuh.
Alhasil, stamina tubuh pun akan meningkat. Proses penguraian zat gula
yang sempurna tidak akan menimbulkan timbunan gula darah di dalam
tubuh.
- Zat Antioksidan bermanfaat menjaga kesehatan jantung
Seperti yang sudah disebutkan di atas, jengkol mengandung zat
antioksidan yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Demikian juga dengan
kesehatan jantung. Toksin atau racun dalam tubuh akan sulit masuk ke
dalam tubuh, khususnya jantung, berkat perlindungan yang diberikan oleh
zat antioksidan ini. Segala sesuatu yang menghambat aliran darah dalam
pembuluh darah juga akan hilang oleh zat yang terkandung pada jengkol.
Aliran darah pun akan menjadi lebih lancar dan jantung pun akan
berfungsi dengan baik dan optimal.
15. Sebagai makanan anti kanker
Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Institute Of Health Sciences,
819 Sweden Riset Biosains L.L.C Cause Street, jengkol mmerupakan buah
ajaib yang dapat membunuh sel kanker dan disinyalir 10.000 lebih kuat
dari kemoterapi. Berdasarkan proses penelitian pula, jengkol dapat
menjadi sebuah obat yang mujarab dan terbukti untuk melawan semua jenis
kanker yang dialami seseorang. Setelah dilakukan 20 kali test
laboratorium yang dilakukan sejak tahun 1970, telah terungkap bahwa
jengkol dapat menghancurkan sel-sel ganas di 12 jenis kanker,
diantaranya kolon, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
Berdasarkan penelitian itu, khasiat jengkol untuk obat kanker ganas
telah dapat dibuktikan sehingga penderita kanker tidak perlu ragu lagi.
16. Spektrum anti mikroba
Jengkol juga dianggap sebagai spektrum anti mikroba terhadap infeksi
bakteri dan jamur yang dikeluarkan dari baunya yang khas. Mengkonsumsi
jengkol juga sangat efektif terhadap parasit internal dan cacing.
Banyak bukan khasiatnya? jangan ragu lagi untuk mengkonsumsinya. Tapi
ingat, bagi anda penderita gangguan organ ginjal, sebaiknya tidak
mengkonsumsi jengkol karena akan semakin memperburuk kondisi organ
ginjal anda. Mengkonsumsi jengkol pun perlu dibatasi, yaitu hanya 3
hingga 10 gram saja per hari. Porsi ini adalah takaran yang pas untuk
anda yang ingin tetap sehat meski mengkonsumsi jengkol setiap hari.

0 comments:
Post a Comment